Kambing Besar

Harga Kambing

Harga kambing yang paling baru akan Anda ketahui di bawah ini sesuai dengan jenis-jenisnya.

Kambing merupakan hewan ternak yang cukup menguntungkan untuk
dijadikan lahan bisnis di Indonesia.
Permintaan akan daging kambing masih cukup tinggi terutama jual beli kambing ketika
musim hari raya kurban sedang berlangsung.

Daging kambing memiliki rasa yang gurih meski membutuhkan cara
pengolahan yang cukup rumit untuk menghilangkan bau prengus pada
kambing dan juga membuatnya lebih empuk.
Meski begitu masyarakat Indonesia  masih banyak yang membutuhkan kambing di mana
yang diambil tidak hanya dagingnya saja tapi juga bisa bulunya dan kadang diambil susunya.

Berikut adalah beberapa jenis dan juga harga kambing yang berlaku hingga
saat ini di pasaran.

Kambing Kacang

Harga kambing yang pertama adalah dari jenis kambing kacang yang juga disebut dengan nama
kambing jawa atau kambing lokal.
Ras kambing ini adalah ras yang paling banyak ditemukan di Indonesia terutama untuk
pasaran Jawa Timur dan juga Jawa Tengah.

Kambing kacang memiliki harga yang relatif lebih murah dibandingkan dengan kambing jenis lainnya.
Harga yang ditentukan berdasarkan dari ukura, jenis kelamin, usia, dan juga kesehatannya.

Semakin tua kambing maka semakin mahal harganya, dan kambing jantan dihargai lebih mahal dibandingkan kambing betina.
Harga kambing kacang per ekornya dipatok sekitar 800 ribu rupiah hingga 2,6 juta rupiah untuk kambing dewasa.

Kambing Etawa

Kambing ini sedang jadi primadona di kalangan peternak karena memiliki berbagai keuntungan yang lebih dibandingkan dengan kambing potong.
Selain dimanfaatkan dagingnya, kambing etawa juga populer karena susunya yang bisa
dikonsumsi dan menyehatkan manusia.

Perawakan kambing etawa juga lebih besar sehingga bisa dijadikan sebagai kambing kontes.
Harga kambing etawa tentu lebih mahal jika dibandingkan dengan kambing ras biasa.

Kambing ini biasanya sudah diperjualbelikan sejak usia 3 bulan dengan harga
sudah mencapai 1,7 juta per ekornya untuk jenis kelamin betina.
Sedangkan harga kambing dewasa dipatok hingga 5 juta rupiah per ekor.

Kambing Gibas

Kambing gibas disebut juga dengan nama kambing gimbal karena
bulunya yang panjang dan cenderung gimbal.
Harga kambing gibas adalah yang paling murah di antara jenis kambing lainnya namun

punya daging yang cukup banyak karena ukurannya yang lumayan besar.
Kambing gibas dijual dengan harga mulai dari 600 ribu untuk betina anakan,
hingga yang paling mahal adalah gibas jantan dewasa dengan harga 2,4 juta per ekornya.

Memilih Kambing Yang Tepat Untuk Ternak

Cara memilih kambing yang sesuai dengan harganya untuk dikonsumsi pasti Anda
sudah tau caranya yang dilihat dari usianya, kesehatan, dan juga kebersihan lingkungannya.
Namun bagaimana cara memilih kambing untuk diternakan?
Berikut adalah cara memilih kambing untuk diternak selain dilihat dari harga kambing:

Dilihat dari catatan keturunannya di mana Anda bisa memilih anakan atau bibit kambing ternak yang memiliki sifat unggul tidak hanya dari bentuk fisik dan prestasinya namun juga dilihat apakah punya sejarah yang bisa menghambat kelahiran atau riwayat penyakit.

Umurnya sudah masuk usia pubertas atau dewasa muda, setidaknya bibit kambing ternak sudah lewat masa sapih sehingga Anda bisa melihat kondisi fisik dari si kambing sebelum dikawinkan.
Berat badan juga menentukan harga kambing untuk diternakan yang meliputi

bobot saat lahir, bobot saat disapih, dan juga bobot setelah masuk usia dewasa.
Bentuk tubuh juga harus diperhatikan di mana bibit kambing yang baik adalah
kambing yang tidak memiliki cacat karena bisa mengganggu garis keturunan.

Itulah dia beberapa jenis kambing yang biasa diperjualbelikan baik untuk
kebutuhan konsumsi maupun kebutuhan ternak. Harga kambing di Indonesia cenderung stabil,
beda dengan harga sapi yang selalu mengalami kenaikan.
Maka dari itu kambing lebih mudah untuk dijadikan usaha karena minim resikonya.


Susu Kambing Etawa


Susu kambing etawa kian populer di kalangan masyarakat Indonesia sebagai minuman kesehatan.

Susu yang berasal dari kambing etawa ini bahkan bisa menjadi minuman kesehatan alternatif bagi
orang yang memiliki alergi laktosa atau lactose-intolerant sehingga tidak bisa mengkonsumsi susu sapi.

Meski begitu kandungan susu etawa ini tidak kalah dengan susu sapi sehingga bisa menyediakan
nutrisi yang sama bagusnya dengan tingkat protein yang tinggi dan lemak yang lebih rendah.
Susu ini juga semakin mudah ditemukan dengan banyaknya penjual-penjual yang menjajakan susu etawa dalam bentuk
bubuk maupun susu murni baik offline dan online.

Berikut adalah manfaat yang bisa Anda dapatkan dari mengkonsumsi susu kambing etawa.

Mudah Dicerna

Beda dengan susu sapi, pada susu etawa proses homogenisasinya berlangsung dengan alami sehingga
gelembung-gelembung yang terdapat pada susu bisa memecahkan diri menjadi bagian-bagian yang lebih kecil.
Dengan begitu susu akan lebih mudah untuk dikonsumsi karena organ pencernaan tidak memerlukan
usaha yang besar untuk memecah zat-zat yang terdapat pada susu.

Susu kambing etawa ini sangat baik dikonsumsi oleh Anda yang sedang mengalami gangguan pencernaan seperti
sembelit dan juga diare karena kandungan probiotiknya bersifat anti-inflamasi yang bisa meredakan
peradangan yang terjadi di organ pencernaan. Susu ini juga baik dikonsumsi untuk orang yang habis sakit.

Menurunkan Kolesterol Tinggi

Anda punya masalah kolesterol? Maka susu kambing etawa bisa jadi cara yang sederhana bagi Anda untuk
mengendalikan kadar kolesterol dalam darah.
Khasiat susu etawa untuk menurunkan kolesterol tinggi terletak pada kandungan asam lemaknya yang cukup tinggi,
lebih tinggi dua kali lipat dibandingkan susu sapi yang hanya mengandung asam lemak 17%.

Asam lemak inilah yang menurunkan kadar kolesterol jahat di dalam tubuh dan
meningkatkan kadar kolesterol baik yang diperlukan oleh tubuh.
Selain bisa menurunkan kadar kolesterol, kandungan asam lemak esensial pada susu kambing etawa juga
berperan untuk menyehatkan pencernaan.

Membantu Menurunkan Berat Badan

Manfaat susu kambing etawa yang paling sering dicari adalah bisa membantu menurunkan berat badan dan mencegah obesitas.
Ini karena susu ini bisa memberikan rasa kenyang yang lebih lama tanpa membuat organ pencernaan bekerja terlalu berat.
Efek pencernaan yang lebih lancar juga bisa membersihkan organ pencernaan Anda dari
sisa-sisa makanan yang apabila tidak dibuang bisa menjadi racun dan membuat perut Anda menjadi buncit.

Membantu Penyerapan Nutrisi Lebih Baik

Susu kambing etawa membantu tubuh Anda untuk menyerap nutrisi yang didapatkan dari makanan dan minuman dengan lebih baik.
Zat nutrisi yang seringkali tidak diserap dengan baik oleh tubuh antara lain zinc, magnensium, dan juga
kalsium yang ketiganya merupakan nutrisi sangat diperlukan oleh tubuh untuk menjaga kesehatan secara keseluruhan.

Susu kambing ini juga bisa meningkatkan vitalitas dan juga energi bagi Anda sehingga
bisa melaksanakan aktivitas sehari-hari dengan lebih semangat.

Kandungan Nutrisi Yang Teradapat Pada Susu Kambing Etawa

Anda pasti penasaran dengan kandungan pada susu kambing etawa sehingga
bisa memberikan manfaat yang cukup besar bagi kesehatan. Kandungan nutrisi yang terdapat
pada susu etawa antara lain adalah:

Lemak 3,6% yang lebih rendah dibandingkan dengan
sapi yaitu 3,8%
Laktosa
Protein
Kasein
Kalsium
Fosfor
Zat besi
Vitamin A, B kompleks, C, dan vitamin D.

Semua kandungan pada susu kambing etawa punya manfaat untuk kesehatan tubuh dan
bisa dikonsumsi semua usia, kapan  saja, dan di mana saja.

Peternakan Kambing


Budidaya Kambing di Peternakan Kambing

Jenis kambing yang ada di Indonesia memang cukup banyak, hanya saja yang paling banyak diternakkan cukup sedikit.
Ada banyak sekali alasan yang membuat para peternak ini agak kesulitan dalam membudidayakan kambing di
peternakan kambing nya sendiri,

selain kurangnya peminat kambing untuk beberapa jenis kambing tertentu, terutama untuk kambing lokal.
Berikut ini adalah beberapa jenis kambing yang berhasil diternakkan dan masing2 tetap diternakkan di
peternakan kambing, seperti ;

1.Kambing Kacang

Kambing jenis ini akan banyak Anda temui di hampir setiap peternakan kambing itu karena
kambing jenis ini tidak terlalu sulit untuk diternakkan, dan hingga saat ini
peminat untuk kambing jenis ini masih cukup banyak.

Kambing jenis ini banyak dipertahankan oleh banyakpeternakan kambing, dengan berbagai macam
alasan salah satunya adalah jenis kambing ini dapat menjadi salah satu
indukan untuk proses kawin silang dengan jenis lainnya.

Jika dilihat dari ciri fisiknya kambing jenis ini memiliki tinggi 60-65 untuk dewasa jantan,
sedangkan untuk betina adalah 56 cm. Bobot untuk kambing dewasa jantan sekitar
25 kg sedangkan untuk betina sekitar 20 kg.

2.Kambing Etawa

Ini adalah salah satu kambing yang mulai banyak dilirik oleh peternakan kambing.
Kambing jenis ini mempunyai bobot tubuh yang cukup besar, sekalin itu jenis kambing ini
mempunyai fungsi ganda, selain dapat digunakan dagingnya juga dapat diambil susunya.

Yang menjadi masalah adalah tidak semua kambing etawa dapat dikembangkan di
peternakan kambing Indonesia, ini yang membuat para peternak sengaja mencampurkan antara
kambing etawa ini denagn jenis kambing lainnya.

Untuk kambing jantan mempunyai tinggi sekitar 90 – 127 cm,
dengan beratnya mencapai 91 kg. untuk kambing betina tingginya 92 cm,
dengan berat mencapai 63 kg. Untuk susu yang dapat dihasilkan mencapai 3 liter per hari.

3.Kambing Peranakan Etawa

Salah satu hasil dari proses persilangan antar kambing etawa dan kambing kacang adalah
kambing Peranakan Etawa, dimana yang paling dominan dari jenis kambing ini adalah
ciri kambing etawanya.

Karena ukurannya yang cukup besar inilah, kambing ini banyak terdapat di beberapa peternakan kambing.
Proses memelihara kambing ini juga tidak terlalu sulit, sama seperti kambing etawa,
jenis kambing ini juga dapat digunakan sebagai kambing pedaging, tetapi juga baik diambil susunya.

4.Kambing Boer

Kambing Boer sengaja diternakkan karena sangat menguntungkan untuk para peternakan kambing,
ada banyak sekali keunggulan yang akan diperoleh peternak ketika memiliki binatang ini,
terutama bobot tubuhnya yang cukup besar, dan daya tahannya yang sangat baik.

Kambing jenis ini dapat hidup di dalam cuaca yang cukup ektrim.
Karena keunggulannya ini, kambing jenis ini kemudian dikawin silangkan dengan
beberapa kambing lolal seperti kambing kacang.

Beternak kambing jenis ini di juga tidak terlalu sulit, dengan sistem pemeliharaan dan
peternakan kambing yang baik, dalam jangka waktu 6 bulan, bobot untuk binatang ini dapat mencapai
35 hingga 45 kg. Sedangkan ketika berumur 2 tahun bobotnya dapat menyentuh 120 hingga 150 kg.

5.Kambing Jawarandu

Ini termasuk salah satu jenis yang juga hasil kawin silang antara kambing Etawa dan kambing kacang,
hanya bentuk fisiknya lebih mirip kambing kacang.
Jenis kambing ini juga dapat digunakan sebagai kambing pedaging dan kambing menghasil susu.

peternakan kambing sengaja menernakkan kambing jenis ini, karena
banyak sekali keunggulannya.
Untuk bobot kambing jantan dewasa sekitar 40 kg bahkan lebih,
sedangkan untuk betina hanya 40 kg.

Kambing Besar

Jenis-Jenis Kambing Berukuran Besar

Jika Anda hendak membuat peternakan kambing pedaging, tentunya Anda harus memelihara jenis
kambing besar, di Indonesia sendiri terdapat beberapa jenis kambing, akan tetapi
hanya beberapa jenis yang mempunyai tubuh besar dan dapat dijadikan sebagai kambing pedaging.

Belakangan ini, jenis kambing pedaging memang cenderung menurun.
Berikut ini adalah beberapa jenis kambing besar, yang dapat Anda ternakkan,
yaitu :

1.Kambing Etawa

Anda tentu tahu akan jenis kambing besar ini. Ukuran kambing ini memang cukup besar.
Kambing jenis ini memang mempunyai fungsi ganda selain dapat dijadikan sebagai kambing pedaging
Anda juga dapat menjadikan kambing untuk diambil susunya.

Kambing jenis ini mulai banyak dikembangkan, dan juga disilangkan dengan
berbagai jenis kambing lokal yang ada di Indonesia.
Bobot tubuh untuk kambing jantan sendiri dapat mencapai 91 kg,
sedangan untuk betina hanya mencapai 63 kg.
susu yang dapat dihasilkan oleh kambing besar, ini sekitar 3 liter per harinya.

2.Kambing Peranakan Etawa

kambing besar yang satu ini memang hasil persilangan antara kambing Etawa dan kambing kacang,
dengan ciri fisik yang lebih dominan kambing Etawa. Dalam segi bobot,
kambing jantan dewasa mempunyai berat 90 kg, sedangkan untuk kambing betina dewasa mempunyai
bobot sekitar 60 kg.

Kambing jenis ini juga mempunyai fungsi ganda sebagaimana kambing Etawa, yaitu
dapat dijadikan sebagai kambing pedaging dan dapat dijadikan penghasil susu.
Jenis kambing besar ini mulai banyak dikembangkan dan Anda dapat melihat jenis kambing ini dimanapun.

3.Kambing Boer

Kambing boer sendiri berasal dari Afrika selatan yang artinya petani.
Beternak kambing besar ini pastinya akan menguntungkan, pertumbuhan kambing ini cukup pesat,
dan pastinya termasuk ke dalam jenis kambing pedaging.

Jika Anda dapat merawat kambing ini dengan baik, seperti memberikan susu yang baik dari induknya,
dan memberikan pakan yang baik, maka dalam jangka waktu 2 tahun,
bobot kambing ini dapat mencapai 120 hingga 150 kg untuk kambing Boer jantan,
sedangkan untuk betinanya sekitar 80 hingga 90 kg.

Kambing ini tahan terhadap sengatan sinar matahari,
karena memiliki kulit yang berwarna coklat sebagai
adaptasi atau perlindungan terhadap sinar ultraviolet.

4.Kambing Gembrong

Kambing Gembrong merupakan kambing lokal yang biasanya dapat Anda temui di Bali.
Ini termasuk kambing besar dimana bobot kambing jantan dewasa dapat mencapai 32 hingga 45 kg.
Kambing jenis ini memang sudah cukup langka, akan tetapi untuk melestasikan kambing jenis ini,

banyak pada peternak yang menggunakan teknik kawin silang antara kambing peranakan Etawa dan
kambing Gebrong itu sendiri, hasilnya diberi nama kambing Gettah.

5.Kambing Kosta

Kambing jenis ini, biasnya terdapat di Banten atau di sekitaran Jakarta.
kambing besar  ini merupakan hasil perkawinan  silang antara kambing Khasmir dan kambing kacang.
Jenis ini memang paling cocok untuk dijadikan kambing pedaging.
Namun sayangnya jenis kambing ini mulai berkurang, karena para peternak lebih menyukai jenis kambing yang lain.

6.Kambing Boerawa

Kambing besar  ini termasuk kambing hasil persilangan antara boer jantan dan kambing peranakan Etawa.
Ini yang membuat kambing ini tetap besar, sekaligus mempunyai fungsi ganda,
dapat digunakan sebagai kambing pedaging atau diambil susunya.

Jenis kambing ini banyak dikembangkan di daerah Lampung.
Jenis ini mulai dibudidayakan atas dasar kebutuhan akan daging kambing, yang mulai menurun dipasaran.
Setelah selama 3 tahun diobservasi, ternyata kambing jenis ini mempunyai 2 keunggulan,
yaitu sebagai kambing pedaging dan dapat diambil susunya. 

Jenis Kambing

Jenis-Jenis Kambing Yang Paling Banyak Diternakkan di Indonesia

Ras untuk kambing sendiri memang cukup bervariasi,
bahkan jumlahnya bisa mencapai ratusan, namun di Indonesia sendiri hanya ada
beberapa jenis kambing yang dapat diternakkan dengan baik.

Beberapa Jenis kambing tersebut mempunyai sistem perawatan yang cukup mudah alias tidak terlalu sulit,
dan tentunya sangat menguntungkan, baik sebagai pedaging atau hanya diambil susunya.
Bahkan beberapa kambing tertentu, hanya diternakkan untuk acara tertentu,
seperti ketika Idul Adha atau untuk acara Aqiqaah.

Berikut ini adalah beberapa jenis kambing
yang paling banyak diternakkan di Indonesia tersebut ;

1.Kambing Kacang

Kambing kacang adalah jenis kambing yang pertama kali dikembangkan di Indonesia.
Ini termasuk jenis kambing unggulan, merupakan kambing lokal,
karena itu daya tahan  / adaptasi binatang ini cukup baik.

Binatang ini paling cocok dikembangkan, karena mempunyai daya reproduksi yang cukup cepat,
dan baik dijadikan sebagai hewan pedaging. Berat kambing Kacang jantan dapat mencapai
30 kg sedangkan untuk betinanya hanya seberat 25 kg.

Bulunya cukup pendek, sehingga perawatannya menjadi mudah.
Ciri khas dari kambing Kacang ini adalah warnanya,
ada yang berwarna tunggal ada juga yang merupakan kombinasi 3 warna,
yaitu warna putih, hitam dan coklat.

2.Kambing Etawa

Nama lain dari binatang ini adalah kambing Jamnapari,
ini adalah jenis kambing yang juga banyak dikembangkan.
Jenis kambing ini mempunyai fungsi ganda, dapat diambil
dagingnya atau hanya diambil susunya saja.

Jika diambil dagingnya saja, maka bobot yang akan Anda terima dari
kambing dewasa jantan seberat 91 kg, sedangkan untuk betinanya adalah 63 kg.
Apabila Anda hendak mengambil susunya, biasanya susu yang dapat dihasilkan per harinya adalah  3 liter.

Ciri khusus dari binatang ini adalah tingginya dapat mencapai 90 hingga 127 cm,
telinga panjang dan terkulai, hidung dan dahi cembung, dan terakhir mempunyai tanduk pendek.

3.Kambing Peternakan Etawa

Kambing Peternakan Etawa ini bukan jenis kambing Etawa murni,
melainkan hasil persilangan antara kambing Etawa dan kambing kacang.
Tujuan dari persilangan tersebut adalah untuk membuat kambing ini dapat
beradaptasi dengan baik dengan iklim yang ada di Indonesia.

Dalam segi bobot, memang lebih kecil dibandingkan jenis kambing asli etawa,
yaitu hanya sekitar 90 kg untuk jantan dan 60 kg untuk betina.
Tetapi untuk produksi susu sendiri masih sama dengan kambing etawa yaitu 3 liter per hari.

Karena kambing ini adalah hasil persilangan antara Kambing Etawa dan Kambing Kacang,
maka ciri fisik dari binatang ini juga campuran dari kedua kambing tersebut,
seperti memiliki bulu belang, antara hitam, putih, merah dan coklat, telinga terkulai,
gelambir leher cukup panjang, hidung dan dahi cembung, memiliki tanduk, dan bulunya panjang.

4.Kambing Jawarandu

Nama lain dari jenis kambing ini adalah blingin, koplo, kacungan atau gumbolo.
Kambing ini juga hasil kawin silang antara kambing Etawa dan kambing Kacang.
Tetapi yang membedakan kambing ini dengan kambing peternakan Etawa adalah,
jenis kambing ini memiliki ciri fisik yang lebih menyeupai kambing kacang.

Jenis kambing ini sengaja dibuat untuk menghasilkan susu yang lebih banyak.
Bobot untuk kambing jantan sekitar 40 kg lebihm sedangkan bobot untuk betina hanya 40 kg.
Untuk ciri fisik dari binatang ini sendiri adalah mempunyai
tandung baik betina maupun jantan, dan posisi telinga tetap terkulai.

5.Kambing Boer

Kambing ini sendiri berasal dari Afrika Selatan, akan tetapi
sudah 65 tahun ini jenis kambing ini mulai diternakkan di Indonesia.
Arti dari kata Boer sendiri adalah petani, dan jenis ini adalah
jenis kambing pedaging.

Dalam jangka waktu 2 hingga 3 tahun, jika perawatan dan pakannya baik,
maka berat kambing ini dapat mencapai bobot 120 hingga 150 kg untuk jantan,
sedangkan untuk betinanya mencapai 80 hingga 90 kg.

Kambing ini sangat mudah untuk dirawat, selain memiliki daya tahan tubuh yang baik,
dan dapat bertahan dalam cuaca ekstrim, pakan dari binatang ini juga tidak terlalu sulit.
Ciri dari kambing ini sendiri adalah mempunyai tanduk baik jantan maupun betina.

Tubuhnya besar, berbulu putih, bagian kepala coklat antara coklat muda dan
kemerahan, kaki kambing jenis ini pendek.
Bentuk hidungnya cenderung cembung, dengan telinga menjuntai ke bawah.

Yang unik dari kambing ini adalah warna kulitnya yang berwarna coklat,
ini yang melindungi tubuhnya dari serangan sinar ultraviolet,
dan membaut tubuh binatang ini kuat jika berada di bawah sinar matahari.

6.Kambing Saanen

Nama kambing ini diambil dari tempat asalnya yaitu lembah Saneen,
di bagian barat Swiss. Ini salah satu jenis kambing penghasil susu terbesar di negara tersebut.
Tetapi agak sulit dikembangkan di negara ini, karena sangat peka terhadap sinar matahari.

Itu sebabnya kambing ini kemudian disilangkan dengan kambing peranakan Etawa,
agar dapat beradaptasi dengan baik. Susu yang berhasil diproduksi oleh kambing ini adalah
740 kg / ms laktasi.
Berat jantan dewasa antara 68 hingga 91 kg, sedangkan untuk betina 36 hingga 63 kg.

Untuk ciri fisik dari kambing ini adalah berwarna putih, wajahnya berbentuk segitiga,
ekornya pendek, telinganya kecil dan tegak, dan
mempunyai tanduk baik jantan maupun betina.

7.Kambing Gembrong

Kambing lokal yang banyak diternakkan lainnya adalah kambing Gembrong,
ini adalah kambing lokal asli Bali, tepatnya di daerah Karangasem.
Selintas lalu jenis kambing ini memang mirip seperti anjing,
karena bulunya yang cukup lebat dan panjang dan berwarna putih.

Aslinya jenis kambing ini adalah persilangan kambing Kashmir dan
kambing Turki. Bobot untuk kambing Gembrong jantan dan betina dewasa sekitar 32 hingga 45 kg.
Ciri untuk kambing jantan adalah bulunya yang cukup lebat,
hingga mencapati 25 hingga 30 cm.

Sedangkan ciri untuk kambing betina adalah perut bagian bawah melebar,
mempunyai tanduk dan berlulu lebih pendek dibandingkan jantan.

8.Kambing Samosir

Sepeti namanya kambing Samosir, jenis kambing ini memang dapat Anda jumpai di pulau Samosir.
Bobot rata-rata kambing jenis ini adalah 26 hingga 32 kg.
Untuk ciri fisik sendiri tidak jauh berbeda dengan ciri fisik kambing kacang,
selain itu warna bulu kambing ini lebih dominan putih.

9.Kambing Kosta

Kambing ini sediri biasanya Anda jumpai di daerah Jakarta dan sekitar Banten.
jenis kambing ini adalah persilangan antara kambing khasmir dan kambing kacang.
Untuk ciri-ciri fisik dari kambing ini sendiri adalah memiliki warna bulu dominan hitam,
dan ada beberapa warna putih atau coklat  pada bagian tubuh tertentu.

Selain itu ciri khas dari kambing ini adalah adanya warna putih sejajar pada
bagian kanan dan kiri wajah. Berbulu pendek, dan kambing ini
sangat cocok untuk dijadikan sebagai kambing pedaging.

10.Kambing Boerawa

Nama kambing Boerawa itu sendiri berasa dari peranakan silang dari jenis
kambing peranakan etawa betina dan kambing boer jantan.
Kambing jenis ini banyak diternakkan di daerah Lampung, jenis kambing ini,
mulai diternakkan untuk mengantisipasi merosotnya daging kambing yang ada saat ini,
itu sebabnya kambing jenis ini banyak diternakkan untuk diambil dagingnya.